Suatu ketika, Nabi Musa AS berdoa, “Ya Allah, tunjukanlah salah seorang teman dudukku di surga!!”
Maka Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk datang ke pasar di suatu
tempat yang agak jauh, di sana terdapat seorang lelaki penjual daging
(tukang jagal) dengan ciri-ciri yang dijelaskan secara rinci, yang
nantinya akan menjadi teman beliau di surga. Nabi Musa segera menuju
pasar itu dan dengan mudah menemukan orang yang dimaksud.
Nabi Musa dengan sabar menunggu orang tersebut menyelesaikan
pekerjaannya hingga menjelang petang, sambil memperhatikan aktivitasnya.
Ketika akan pulang, Nabi Musa menghampiri dirinya, yang tampaknya tidak
mengenal beliau sebagai utusan Allah yang syariat dan ajarannya
diikutinya itu. Beliau berkata, “Apakah tuan bersedia menerima saya
sebagai tamu? Saya sedang dalam perjalanan (musafir)!!”
“Baiklah, marilah kita pulang!!”
Nabi Musa mengikutinya berjalan pulang. Sesampainya di rumah, ia memasak
daging yang dibawanya dengan kuah yang sangat lezat dan sebagian
disuguhkannya kepada Nabi Musa. Dari sebuah ruangan, lelaki itu
mengeluarkan sebuah tempat (wadah) besar yang di dalamnya ada seorang
wanita tua yang lumpuh, begitu lemahnya sehingga ia tampak seperti anak
burung merpati yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Lelaki itu mengambil dan memangku wanita tua itu, lalu menyuapinya
dengan telaten hingga merasa kenyang. Setelah itu ia membersihkan
(mengelap dengan air) dan mengganti bajunya dengan yang bersih dan
menempatkannya di tempat (wadah) semula. Selanjutnya ia mencuci baju
kotor wanita tua itu dan menjemurnya. Sebelum ia membawa wadah tersebut
ke ruangannya kembali, tampak bibir wanita tua itu bergerak-gerak,
tampaknya ia sedang berdoa, yang Nabi Musa bisa ‘membaca’ gerak
bibirnya, “Ya Allah, jadikanlah anakku ini sebagai teman duduk Nabi Musa
di surga!!”
Setelah lelaki itu duduk kembali menghadapi tamunya, Nabi Musa berkata, “Siapakah wanita tua itu?”
Lelaki itu berkata, “Dia adalah ibuku yang sangat lemah karena telah lumpuh, hanya bisa berbaring saja!!”
Nabi Musa berkata, “Bergembiralah engkau, aku adalah Musa, dan telah
diwahyukan kepadaku bahwa engkau adalah temanku di surga, berkat apa
yang engkau lakukan dengan baik kepada ibumu itu!!”
Lelaki itu sangat gembira dan bersyukur kepada Allah mendengar ucapan
Nabi Musa itu, dan makin istiqomah dalam merawat ibunya itu.







#ref-menu
0 komentar:
Posting Komentar